Tubuh Pria Bertato Ditebas Parang Berkali-Kali, Komang: Ayah Saya Dipukul, Tak Ada yang Lerai!

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Ruang tahanan Mapolres Buleleng mendadak ramai pada Senin (12/6/2017) siang.

Keluarga besar dan para tetangga pelaku penebasan Nyoman Arya Sukartana alias Genit (33) , datang silih berganti untuk mengetahui secara pasti kronologis peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Kaswari, Blok G, Nomor 1, Kampung Anyar, Singaraja.

Di gazebo dekat ruang tahanan Mapolres Buleleng, tersangka Gede Putu alias Dek Tu (51) bersama anaknya Komang Agus Wiarta alias Lembong (24) hanya bisa tertunduk lemas. Keduanya tidak menyangka jika peristiwa perkelahian yang sebenarnya tidak mereka inginkan itu berujung petaka.


Tersangka Komang Agus Wiarta alias Lembong (kiri) bersama ibunya Komang Sukiati (kanan) saat menceritakan kronologi kejadian di gazebo Mapolres Bule.

Sambil mengusap-usapkan wajah, Lembong menceritakan bahwa sejatinya, orang yang menebas korban itu adalah dirinya sendiri,,Emosinya tiba-tiba saja tersulut saat melihat sang ayah (Dek Tu) dihajar oleh korban, tepat di depan matanya.

Tanpa berpikir panjang, ia kemudian memutuskan untuk mengambil sebilah pedang berkarat, yang sebelumnya tersimpan rapi di dalam kamarnya. Langkah kakinya seolah mendukung keputusannya itu.

Dia berlari dengan cepat ke arah korban, sambil memegang pedang yang memiliki panjang sekitar 40 centimeter itu.
Tanpa memberikan ancaman, ditebasnya tubuh korban hingga berulang-ulang kali. Tak pelak, korban pun tersungkur hingga bersimbah darah.

“Waktu ayah saya dipukul, warga sekitar tidak ada yang melerai karena mereka sudah tahu sifat dia (korban-red) itu memang suka mencari gara-gara. Sampai saat saya tebas, tidak ada yang mau membantu dia (korban-red) untuk melarikan ke rumah sakit,” ucap Lembong.

“Posisinya sudah bersimbah darah. Hingga akhirnya ada orang yang kasihan melihat kondisinya, lalu dibantu untuk dilarikan ke RS,” tambah Lembong saat ditemui Tribun Bali di Mapolres Buleleng.

Seusai menebas korban, Lembong bersama ayahnya sudah mempersiapkan diri untuk dijemput oleh petugas kepolisian. Mereka ditangkap tanpa melakukan perlawanan. Bersama barang bukti, ayah dan anak ini pun langsung digiring ke Mapolres Buleleng untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Sebelumnya kami tidak ada masalah dengan korban . Rumah kami bersebelahan, hanya dipisah oleh gang kecil,” jelas Lembong. Diakui pria yang bekerja sebagai buruh proyek ini sebelum peristiwa itu terjadi, korban memang sempat membuat kegaduhan dengan warga di sekitar lokasi kejadian. Awalnya para warga telah berusaha untuk tidak menghiraukan aksi korban.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Kayu Buntil Barat, Kelurahan Kampung Anyar, Ketut Bukit mengatakan, KORBAN sering terlihat mabuk-mabukan. Bahkan sebelum beradu fisik dengan tersangka, korban juga sempat memukul seorang pria yang saat itu sedang membawa pakan ternak. Disulutnya dada pria malang itu dengan api rokok.

“Korban kebetulan saat itu sedang mabuk. Warga tidak ada yang meladeni, mereka sudah tau karakternya korban itu seperti apa. Memang korban sempat melontarkan kalimat kasar kepada Dek Tu, hingga akhirnya terjari adu fisik,” katanya.

Sementara itu, menurut pantauan di RS Kertha Usada, Singaraja, kondisi Nyoman Arya Sukartana alias Genit (33) hingga saat ini sudah mulai membaik. Ia dirawat di ruang bangsal Sahadewa. Bagian tubuh pria bertato ini tampak dipenuhi oleh bungkusan perban bercak darah. Bagian mata sebelah kirinya pun juga terlihat bengkak dan membiru. Sejumlah luka tebas yang ia alami berada di bagian punggung, perut, serta tangan kanan dan kirinya.