Gereja Alfa Omega Diancam Bom, Seorang Jemaah Beri Kesaksian, Terima Pesan Lewat Sini

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Gereja Alfa Omega di Jalan Darmo Permai Utara No 32-34, Surabaya, mendapat ancaman bom, Selasa (13/6/2017).

Seorang jemaah gereja wanita bernama Veronia menerangkan sejumlah kesaksiannya kala itu. Rencananya di gereja ini akan ada acara tahunan “Tabernacle Youth Fellowship Festival”.

Baca: BREAKING NEWS : Gereja Alfa Omega Surabaya Dapat Ancaman Bom

Event tahunan yang selalu diadakan selama tiga hari itu sebelumnya tidak pernah menerima ancaman bom seperti saat ini.

“Ini acara kerohanian tahunan, dimulai sejak tanggal 13-15 Juni 2017, saya tidak tahu tiba-tiba ada polisi banyak,” terangnya. Di lokasi tersebut masih terlihat beberapa petugas Gegana berseragam lengkap menggunakan senjata api laras panjang.

Keterangan Veronia, seorang jemaah Gereja Alfa Omega di Jalan Darmo Permai Utara No 32-34, Surabaya, yang dapat ancaman bom dari orang tak dikenal, Selasa (13/6/2017).

Baca: Maunya Ibadah, Dua Turis Ini Malah Masuk ke Sini, Perlakuan Pengurus Masjid Selanjutnya Tak Terduga

Sebelumnya informasi tentang ancaman bom oleh seorang yang tak dikenal, didapat seorang wanita bernama Elisha Soetopo. Ancaman tersebut didapatnya dari seorang yang tak dikenal melalui Direct Message (DM) Instagram yang tertulis:

“Saya sudah menaruh bom di sekitar mimbar dan tempat duduk paling depan AOC, sebaiknya kalian batalkan acara TYF 2017 ini atau banyak orang yang akan mati. Saya juga mempunyai orang dalam untuk menjadi bom bunuh diri di malam kedua acara itu”

Elisha Soetopo juga menulis ancaman bom itu di akun Facebook-nya seperti ini:

“Ancaman yang sampai ke saya dan beberapa akun Instagram di sekitar saya dan kami bijak saja dalam melakukan kegiatan kami dan tidak takut, namun mohon pihak yang berwajib bisa merespon ancaman-ancaman seperti ini di BANDARA saja tidak boleh mengucapkan ancaman atau yang serupa itu. Mohon kerjasama dari pihak kepolisian untuk melacak siapa pelaku supaya tidak ada orang lain yang mengalami kejadian buruk atau membahayakan.”

Kini sejumlah tim Gegana dan Polsek setempat sedang menyisir gereja itu. Sedangkan acara tahunan TYF itu sendiri masih berlangsung dan dipenuhi jemaah gereja.

Hingga kini, TribunJatim.com masih menunggu konfirmasi dari pihak terkait.