Cerita di balik aksi heroik Kapten Ronang kepret 5 begal motor


                       Ilustrasi Begal Motor. ©2017

Aksi heroik yang dilakukan Danramil Danramil 14/Gedong Tengen, Kapten (Arm) Ronang Sasiarto, patut diacungi jempol. 5 BEGAL MOTOR di Yogyakarta berhasil dia kepret alias dibuat tunduk.

Cerita berawal ketika dua orang pelajar putri bernama Sintya (16) dan Kinanti Nareswari (16) di Kota Yogyakarta, dibegal oleh 5 orang pada Senin (5/6) kemarin. Saat melintas di di Jalan Timoho, Baciro, Kota Yogyakarta, Ronang melihat aksi lima orang begal yang hendak merampas motor dua remaja putri itu.

Melihat gelagat yang mencurigakan, Ronang secara diam-diam membuntuti tiga sepeda motor yang dinaiki oleh lima begal tersebut. Dia melihat salah seorang pelaku menunjuk ke arah sepeda motor yang dinaiki oleh Sintya dan Kinanti. Tak lama berselang, sekitar 300 meter dari lampu merah di Jalan Timoho, kelima orang tersebut tiba-tiba memepet motor Sintya dan Kinanti.

“Kelimanya berbadan besar dan tegap. Saya melihat ada yang tidak beres. Lalu saya berhentikan motor dan saya berada di tengah antara dua pelajar dengan lima orang begal itu,” ucap Kepala Koramil Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Rabu (7/6).

Meski dibentak oleh begal berbadan besar dan tegap, Ronang tidak keder. Justru Ronang tak mau mau kalah dan menggretak balik begal-begal tersebut.

Kedua pelajar yang menjadi korban itu hanya bisa menangis dan ketakutan. Saat Kapten Ronang dan begal-begal itu saling gertak.

Ronang tak berpikir apakah kelima begal motor itu membawa senjata atau tidak. Dalam benak Kapten Ronang, yang terpenting aksi begal itu dapat digagalkan dan kedua pelajar ini dapat pulang dengan selamat.


                         Danramil Yogya Kapten Ronang Sasiarto ©2017

Kepada begal, Ronang minta kunci motor milik Sintya yang sudah dibawa oleh salah seorang dari rombongan begal tersebut. Kunci tersebut kemudian dilempar lalu kelima orang itu kabur.

“Saya sempat dibentak agar tidak ikut campur urusan mereka. Lalu saya bentak balik dan saya katakan bahwa saya anggota TNI. Kelima orang itu pun kemudian kabur melarikan diri,” jelas Ronang.

Kinanti yang merupakan pelajar kelas 2 itu mengira Kapten Ronang adalah salah seorang dari rombongan pembegal. Pasalnya, Ronang saat menghalau lima orang begal tersebut menggunakan jaket dan helm.

“Saya sempat mengira bapak TNI itu adalah rombongan begal. Soalnya tiba-tiba datang dan rombongan begalnya terus pergi,” tutur Kinanti.

Kinanti menceritakan bahwa usai para pembegal pergi, Kapten Ronang menawarkan untuk mengantar dirinya dan Sintya pulang ke rumah di daerah Wonokromo, Banguntapan, Bantul. Kinanti masih belum percaya dan sempat menolak tawaran baik Kapten Ronang yang ingin mengantar hingga rumah.

“Baru percaya setelah bapak itu membuka jaket dan menggunakan seragam TNI. Tapi masih takut juga, soalnya belum percaya,” terang Kinanti.

Usai mengantarkan sampai ke rumah, Kinanti sempat memfoto Ronang menggunakan telepon genggamnya. Kinanti memfoto Ronang karena masih belum yakin bahwa Ronang adalah anggota TNI.